Minggu, 10 Agustus 2008

Tugas UAS PTK

Nama : Andi Dwi Purwanto
Nim : 153060043
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi menuntut kita sebagai consumer sekaligus operator untuk semakin lebih giat lagi mempelajari dan menguasai teknologi. Bahkan terkadang munculnya teknologi baru saat ini susah untuk diprediksi. Hal ini dapat kita lihat ketika suatu teknologi berkembang dan muncul dari waktu-kewaktu yang terus mengalami akselerasi. Salah satunya yaitu munculnya teknologi internet, yang mana teknologi ini telah mampu membuat sedikit banyak orang yang kagum.
Selain itu, kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi sat ini memmungkinkan manusia dimanapun mereka berada bisa dengan mudah mengakses teknologi komunikasi modern yaitu media internet. Media internet sebenarnya merupakan gabungan antara teknologi komputer dengan salah satu jenis dari teknologi telekomunikasi, yaitu telepon. Kombinasi dari kedua teknologi itulah yang memungkinkan hadirnya media baru yang bernama internet. Fasilitas telepon pada teknologi internet diperlukan untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lain sehingga membentuk satu jaringan.
Internet adalah singkatan dari Interconnection Network, yang artinya adalah hubungan antar jaringan komputer. Sedangkan network berarti suatu sistem komunikasi data antar komputer. Lalu ada juga yang mengartikan bahwa internet adalah jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yang menghubungkan pemakai komputer dari satu negara ke negara lainnya di seluruh dunia, dimana didalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis.
Media internet dikembangkan pertama kali di Amerika Serikat pada tahun 1969 oleh sebuah jaringan eksperimen yang disebut sebagai ARPANet (Advance Research Project Agency Network). ARPANet ini menghubungkan empat buah pusat komputer di sebuah universitas dengan departemen Pertahanan ke dalam sebuah jaringan guna menjalankan sebuah proyek penelitian tertentu yang berkatan dengan senjata nuklir (Fidler, dalam Bharata, 2000 : 64).
Delam perkembangannya, sekitar awal 1980-an mulai dikembangkan media internet untuk masyarakat awam. Dengan teknologi inilah, proses komunikasi melalui media Cyber ini semakin marak seiring dengan perkembangan teknologinya yang semakin baik pula, terutama perangkat hard ware komputer dengan jaringan telekomunikasi (telepon) sebagai dua komponen pendukung utama dari media tersebut. Pengguna internet memanfaatkan media ini tidak hanya sekadar untuk membantu mempermudah pekerjaan, seperti mancari dan mengirimkan data pada institusi akademik namun juga untuk mencari ataun mengirimkan informasi bahkan berdiskusi megenai masalah-masalah pribadi maupun umum.
Dalam kurun waktu 1989 sampai dengan 1994 dikembangkan Mozaic dan WWW (Word Wide Wibe), yang memungkinkan dapat dinyatakan sebagai dua faktor yang menunjang popularitas media internet. Tanpa perkembangan dua faktor tersebut, diyakini tidak mungkin media internet mampu berperan maksimal seperti sekarang ini. Oleh karena itu, banyak orang memanfatkan media ini untuk membantu mereka dalam berkomunikasi. (Wibawa, 2004: 87)

B. Rumusan Masalah
Sejauhmana media internet mampu mempengaruhi kehidupan manusia dalam berkomunikasi.
Sejauhmana internet manjadi media universal.
Sejauhmana dampak yang ditimbulkan oleh media internet.

C. Tujuan
Mengetahui sejauhmana Internet mampu mempengaruhi kehidupan manusia dalam berkomunikasi.
Untuk mengetahui sejauhmana internet manjadi media universal.
Untuk mengetahui dampak yang di timbulkan oleh internet.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS

Sejarah media massa memperlihatkan bahwa sebuah teknologi baru tidak pernah menghilangkan teknologi yang lama, namun mensubstitusinya. Teori konvergensi menyatakan bahwa berbagai perkembangan bentuk media massa terus merentang dari sejak awal siklus penemuannya. Setiap model media terbaru tersebut cenderunung merupakan perpanjangan, atau evolusi, dari model-model terdahulu. Dalam konteks ini, internet bukanlah suatu pengecualian.
Media massa internet telah dianggap sebagai salah satu media massa online yang sedikit banyak membantu manusia dalam melakukan aktivitasnya. Hal ini dapat kita lihat bahwa keberadaan media ini sudah menjamur diberbagai daerah baik perkotaan maupun pedesaan. Tak hanya masyarakat, namun pemerintah pun juga menyadari keampuhan dari media ini. Sehingga berbagai upaya pun dilakukan untuk dapat meggunakan layanan ini, misalnya untuk mensosialisasikan sebuah kebijakan maupun program yang akan dilaksanakan pemerintah.
Internet masuk desa menjadi salah satu fenomena nyata terkait dengan kemampuan media ini. Dengan internet masuk desa diharapkan segala sesuatu yang terjadi di dalam maupun diluar daerah tersebut, maka akan dengan mudah masyarakat mengetahuinya. Dengan demikian, jarak dan waktu yang selama ini menjadi salah satu hambatan dengan mudah akan teratasi. Namun ironisnya, banyak pula dari sebagian masyarakat yang belum secara keseluruhan mengetahuinya, sehingga adanya sebuah teknologi tanpa dibarengi dengan pengetahuan dan kemampuan untuk mengoperasikannya, maka hal tersebut mengakibatkan miss tekhnologi.
Oleh karena itu, terkadang teknologi dapat dijadikan patokan bagi negara-negara tertentu apakah suatu negara itu maju ataukah tidak. Karena dengan cepatnya orang mengembangkan dan menguasai sebuah teknologi baru, maka orang tersebut akan mengetahui segala informasi yang ada dan krusial saat ini. Berarti dapat dibayangkan apabila media tersebut (internet) sudah semakin rata diseluruh dunia, semakin terbuktilah ramalan Marshall Mc Luhan dengan Global Villagenya (
www.wikipedia.com, diakses tanggal 5 Agustus 2008, at 8.00 pm).
Untuk masa depan yang lebih dekat saja dunia kerja bisa semakin radikal berubah, di mana orang-orang dapat bekerja di kantor yang ditempatkan dalam dunia cyberspace tanpa harus mendatangi tempatnya. Ini sudah tampak terjadi di bidang ekonomi seperti perdagangan, pemasaran, dan perbankan. Demikian pula dengan kegiatan berbelanja, berkirim surat dengan fasilitas surat elektronik atau electronic mail (e-mail), bahkan sekadar mengobrol (chatting) tanpa harus bertemu fisik dengan lawan bicaranya.
Orang-orang semakin sadar bahwa dengan internet semua menjadi sangat mudah. Terlebih dalam hal brekomunikasi, walaupun jarak kita jauh dengan lawan bicara kita maka dengan fasilitas web came semua terasa mudah. Ini merupakan salah satu keuntungan yang dapat kita terima sebagai pengguna internet.
Dalam penggunaan publik, telekomunikasi merujuk pada telepon, telegraf, atau jaringan data sebagai komunikasi dari satu tempat ke tempat lain, atau radio dan televisi sebagai komunikasi siaran. Diantara hasil yang paling menonjol dalam perkembangan teknolgi adalah konvergensi telekomunikasi dan komputer menjadi suatu sistem tunggal kadang-kadang disebut jaringan intelijen. Jaringan ini dianggap tidak hanya sebagai suatu teknologi namun juga sebagai “sumber daya informasi”. (Mulyana, 2000: 227).
Pada masa lalu, pandangan kita tentang komunikasi massa mengasumsikan perbedaan antara berbagai media, cetak, film, siaran, dan sebagainya. Misalnya, video teks adalah suatu teknologi informasi elektronik yang megirimkan dan memperoleh kembali data, temasuk informasi grafik: ia memungkinkan komunikasi interaksif antara data base komputer yang besar dan pengguna kantor atau monitor video di rumah yang dihubungkan dengan televisi kabel atau saluran telepon. “videoteks mungkin kehilangan identitasnya yang khas. Di rumah, ia bersatu dengan komputer rumah. Di kantor ia bersatu dengan sistem otomasi kantor konvensional” (Forester, 1987 dalam Mulyana : 227).
Bagaimana jaringan itelijen akan mempengaruhi hidup kita di rumah. Diramalkan bahwa rumah tangga masa depan akan dilengkapi dengan mesin faks tanpa kabel dan jaringan komputer pribadi; pelayanan televisi pendidikan ; perbankan online dan belanja dari rumah; sistem alarm darurat terintegrasi bila megatasi kebakaran, untuk memanggil polisi dan sebagainya. William menjelaskan, “kemudahan yang akan datang harus memungkinkan pealayanan-pelayanan ini dialihkan ke manapun yang ingin anda anggap ‘rumah’, termasuk di jalan maupun di kantor”. (1991 dalam Mulyana : 227). Apa yang kita lihat sekarang, dalam banyak aspek kehidupan kita, adalah kekaburan perbedaan antara media dan fungsi-fungsinya yang tumpang tindih.
Pengaruh internet dalam kehidupan manusia
Lalu bagaimana teknologi ini akan mempengaruhi komunikasi antarpersona. Agaknya setidak-tidaknya suatu segmen penduduk atau sejumlah transaksi tatap-muka akan diperantarai oleh komputer dan televisi interaksif. Ini tidak berarti bahwa komunikasi antarpersona akan berkurang.
Titik esensialnya adalah bahwa keunikan internet terletak pada efisiensinya sebagai sebuah medium. Namun semestinya itu tidaklah menopengi fakta bahwa esensi komunikasi secara keseluruhan tetap tidak berubah. (Garcia dalam Santana, 2005: 136).
Berikut pengaruh internet dalam berbagai bidang kehidupan manusia (Soekanto, 1990:335):
Pengaruh Internet dalam Kehidupan Sosial
Kebiasaan manusia yang gemar ber-relationship, misalnya. Adanya internet sedikit demi sedikit telah menggeser kebiasaan komunikasi secara face to face. Kehadiran fasilitas chatting, e-mail, milis, maupun layanan komunitas sejenis, diakui membawa manfaat dari sisi efektivitas waktu dan efisiensi biaya. Untuk berkomunikasi secara personal maupun massal, seorang pengguna internet tak perlu repot, cukup melakukannya di depan komputer atau menggunakan gadget. Bahkan dengan adanya Internet telah memungkinkan seseorang untuk melakukan pekerjaannya di rumah, tanpa harus berada di kantor.
Pengaruh Internet dalam Bidang Ekonomi
Internet juga berdampak terhadap sektor ekonomi dan bisnis. Kehadiran e-commerce yang terus berkembang lambat laun akan merubah kebiasaan bertransaksi sebagian masyarakat kita. Para produsen maupun konsumen akan terbiasa menjual maupun membeli produk dan jasa secara online ketimbang melangkahkan kaki ke outlet penjualan. Ruang dan waktu bukan lagi menjadi kendala. Sebuah perusahaan di Indonesia memiliki kesempatan yang sama dengan kalangan bisnis asing untuk menjalin kerjasama atau ingin mengakses pasar mancanegara.
Pengaruh Internet dalam Bidang Pendidikan
Di bidang pendidikan, introduksi internet juga membawa perubahan. Sebelum adanya internet, masyarakat Indonesia terutama kalangan akademisi sungguh tidak mudah untuk mencari sumber informasi. Kendati berbagai buku maupun jurnal banyak terdapat di perpustakaan konvensional, namun belum tentu sesuai kebutuhan. Kehadiran internet telah mempermudah seseorang untuk mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan, dimanapun itu (nasional dan mancanegara). Proses distance learning atau kelas jauh yang beberapa waktu lalu mungkin dianggap mustahil, kini sangat memungkinkan dilakukan.
Pengaruh Internet di Bidang Lainnya
Perubahan sosial maupun budaya yang terjadi di sektor lain sebagai dampak teknologi internet. Seperti layanan satu atap dalam E-Government, ataupun trend Blog saat ini yang telah serta merta merubah kebiasaan seseorang dalam menulis agenda harian. Bila sebelumnya cenderung bersifat privat, hanya bisa diketahui pribadi, namun kini justru sebagian masyarakat menjadi tidak sungkan untuk mempublish diary-nya ke publik.
Penerapan kemajuan teknologi dapat pula mengintensifkan seleksivitas khalayak komunikasi massa. Sebaliknya, teknologi juga telah memungkinkan media massa telah menjadi jauh lebih selektif. Misalnya, dalam bidang penerbitan, buku-buku sekarang dapat dicetak bila diperlukan, dengan beberapa bagian ditambahkan atau dibuang, sesuai dengan permintaan pembaca.
Inovasi teknologi tertentu tampaknya cocok untuk mengembangkan komunikasi alih-alih membatasinya. Dalam komunikasi organisasional, misalnya, video konferensi dapat digunakan oleh banyak perusahaan secara rutin. Beberapa ahli mengunggulkan bahwa telekomunikasi dapat digunakan sebagai “kekuatan baru bagi perancangan dan perancangan ulang organisasonal”(keen, dalam , 1987 : 593).
Karena kebutuhan, teknologi baru komunikasi telah banyak meningkatkan komunikasi antar budaya. Orang-orang dari budaya-budaya yang berlainan memperoleh lebih banyak informasi mengenai satu sama lain dan lebih mudah dihubungi dari pada sebelumnya. Mereka juga lebih sering bergantung. Namun, perlombaan untuk membuat terobosan dalam teknologi superkonduktor, misalnya telah menimbulkan banyak persaingan. Kemajuan-kemajuan teknologi diharapkan akan memberi andil kepada komunitas global manusia. Hal ini juga didorong dengn adanya fasilitas dari internet yang meliputi:
Keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor-faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran.
Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi maupun kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Dalam konteks pemanfaatan internet sebagai sarana komunikasi organisasi, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut (
www.google.com, DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah DIY, diakses tanggal 5 Agusttus 2008, at 8.00pm):
1. Penerapan Teknologi Informasi hendaknya di ikuti perubahan paradigma.
Pada era informasi, aliran data baik dari dalam maupun dari luar berlangsung sangat cepat. Untuk dapat bertahan di era informasi, maka sebuah organisasi yang memanfaatkan teknologi internet harus menjadi produsen informasi tidak hanya sekedar pengkonsumsi informasi. Internet harus dimaknai sebagai dunia baru, dimana paradigma yang dibangun harus berorientasi kepada pengguna (pengunjung), sehingga informasi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Situs internet bukan sekedar etalase bagi organisasi, hanya menyediakan informasi internal organisasi yang tidak terlalu berguna bagi pengunjung. Akan tetapi, dapat dijadikan media komunikasi organisasi bagi pihak-pihak eksternal maupun internal. Dalam hal ini, peranan penentu kebijakan organisasi menjadi signifikan dalam merencanakan konsep pembangunan situs internet.
2. Penerapan strategi branding situs internet.
Branding (merk / pencitraan) tidak bisa dilepaskan dari sisi kehidupan kita, baik pada dunia nyata maupun dunia maya (cyber space). Contoh pada dunia maya, kita mengenal Google mesin pencari yang handal, Wikipedia sebagai layanan ensiklopedia online, atau Ebsco sebagai layanan jurnal online. Dengan adanya branding, maka suatu produk dapat dikenali dan diidentifikasi secara unik dan mudah. Misalkan sajian informasi yang berbeda dengan situs lainnya, ataupun ada nilai keuntungan tertentu bagi pengunjung. Strategi branding pada dunia maya, menurut Romi Satria Wahono (2007) terbagi menjadi tiga unsur, yaitu : ePositioning, eUniqueness, dan ePromotion. ePositioning merupakan langkah awal dan dasar dalam pembentukan branding. Di wilayah mana situs akan diposisikan secara unik melalui focusing, serta muatan isi situs. eUniqueness, merupakan keunikan yang terdapat pada suatu situs, sehingga memudahkan pengunjung dalam proses identifikasi situs. eUniqueness dapat dibangun dengan nama domain, simbol atau logo, slogan, atau bahkan layanan yang tidak terdapat pada situs lain. ePromotion, merupakan mekanisme promosi situs. Dapat dilakukan melalui mendaftarkan pada mesin pencari (Google dan Yahoo), grup diskusi (milis), mengisi komentar pada situs lain, serta banyaknya situs direferensikan oleh situs lain (popularitas link).
3. Partisipasi pengunjung untuk berbagi pengetahuan dan informasi.
Dimulai pada tahun 2004, era web 2.0 menjadi pembicaraan hangat seputar konsep pengembangan situs internet (Ridwan Sanjaya, 2007). Meskipun tidak ada definisi yang jelas mengenai web 2.0, web 2.0 lebih menekankan perubahan cara berpikir dalam menyajikan isi situs dan tampilan situs. Apabila pada era web 1.0, situs merupakan wilayah web designer dan web programmer, maka inti era web 2.0 adalah jalinan sosial dan keterlibatan pengguna secara interaktif. Pengguna pada era web 2.0 tidak perlu bersusah payah mempelajari bahasa pemrograman web yang rumit untuk memiliki situs, cukup mendaftarkan diri sebagai anggota blogger (blogspot.com). Contoh lainnya, pengguna pun dapat berkontribusi merubah atau menambah isi pada situs wikipedia.org. Atau, suatu situs dapat menampilkan (feeding) isi situs lain melalui teknologi RSS (Realy Simple Syndicate).
4. Penyediaan jenis layanan.
Layanan pada situs internet dibagi menjadi tiga level, yaitu : informasi, interaksi, dan transaksi. Pada level informasi, organisasi mempublikasikan kebijakan, prosedur, aktifitas, dan lain sebagainya melalui situs. Pada level Interaksi antara organisasi dan pihak eksternal dapat melakukan komunikasi dua arah melalui media web maupun email sebagai bentuk layanan partisipatoris pihak eskternal. Sedangkan pada level Transaksi, organisasi menyediakan layanan bagi pihak eksternal untuk bertransaksi secara online. Misalkan pembuatan kartu anggota, pembayaran iuran, dan lain sebagainya. Ketiga layanan tersebut diintegrasikan dalam sebuah situs yang popular disebut portal. Yaitu situs yang menyajikan segala macam informasi dan layanan serta yang tak kalah penting adalah terbentuk suatu komunitas secara virtual yang memanfaatkan portal tersebut sebagai media komunikasi dan bertransaksi.
Kesenjangan digital.
Berbarengan dengan harapan yang mekar terhadap otensi TIK, berkembang pula rasa cemas terhadap akibat negatif yang bisa muncul dari melesatnya kemajuan serta penyebarluasan teknologi ini keseluruh dunia, antara lain:
Seperti dua sisi mata uang, setiap hal baru tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitupun dengan internet. Kehadiran internet diakui telah membawa banyak manfaat, namun berbagai ketakutan atas dampak negatif teknologi ini tetap tak bisa kita pungkiri. Internet pun ternyata mengancam kebiasaan bersosialisasi maupun silaturahmi yang menjadi kultur bangsa kita. Kendati para user terlibat silaturahmi secara maya, namun tetap saja kesan hidup individualistis sulit dihindari, karena generasi internet akan lebih banyak menghabiskan waktunya menjelajahi dunia maya.
Kejahatan internet atau kerap disebut CyberCrime yang terus membayangi. Perilaku carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagai kejahatan lain bukan tidak mungkin akan semakin meningkat, apalagi bila tidak ditunjang dengan penegakan hukum.
Pornografi
Pemborosan atas materi dan waktu bagi pengguna yang kecanduan game online
Menurut OECD (2001), kesenjangan digital (digital devide) merupakan jurang antara individu, rumah tangga, kawasan bisnis dan geografis pada berbagai tingkatan sosio-ekonomik dalam hal kesempatan mengakses teknologi informasi dan komunikasi, dan menggunakan internet untuk bermacam kegiatan.
Beberapa faktor yang diidentifikasi berpengaruh terhadap kesenjangan digital antara lain (Nasution, 1998: 235):
Jalan ke akses telekomunikasi
Akses ke internet
Pencapaian pendidikan juga menjelaskan perbedaan akses
Bahasa (hampir 90% isi internet dalam bahasa Inggris)
Akses dikawasan kota lebih baik daripada desa
Akses ke teknologi informasi merupakan kunci pembuka pintu untuk memasuki era ekonomi berbasis pengetahuan. Begitu pula dengan akses ke internet, masyarakat dapat memperoleh segala informasi yang mereka butuhkan, yang dapat menjadi peluang untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka.
Information and Communication Technology (ICT) dalam kurun waktu terakhir menjadi bahasan yang begitu populer. Hal ini disebabkan meluasnya penerapan ICT dalam berbagai bidang. Tidak hanya dalam bidang perdagangan, namun juga mencakup bidang pertahanan, pemerintahan, pendidikan dan sosial. Kecepatan, kemudahan, akurasi dan biaya murah menjadi ciri penerapan ICT.
Internet merupakan teknologi informasi yang paling banyak digunakan. Seperti yang tertulis diatas bahwa bagi organisasi, pemanfaatan teknologi internet selain memudahkan dalam menyebarkan dan menerima informasi, teknologi internet juga dapat meningkatkan efisiensi dan kemampuan organisasi, mempercepat pengolahan data, meningkatkan kualitas informasi, memungkinkan pemanfaatan bersama informasi (data sharing). (
www.wordpress.com, diakses tanggal 6 Agustus 2008, at 9.00 pm)
Situs web (website) dan electronic mail merupakan layanan internet yang paling populer. Saat ini berbagai macam situs web telah membanjiri dunia internet. Mulai dari situs yang bersifat pribadi (blogger) maupun sifatnya institusional (official web).
Peningkatan situs web yang demikian pesat menimbulkan pertanyaan “apakah pemanfaatan internet menjadi kebutuhan atau hanya mengikuti trend”. Mengingat banyaknya situs web yang tidak dimanajemen dengan rapi, sehingga popularitasnya menurun secara drastis hingga ditinggalkan pengunjung.
Selain itu, seperti yang ditulis diatas tadi kita juga menyadari bahwa dengan adanya internet segala informasi sudah tidak mejadi tabu lagi, apalagi hal ini dengan didukung dengan biaya yang murah. Oleh karena itu sering terjadi kesalahgunaan internet. Hal ini akibat dari minimnya pengawasan baik dari orang tua ataupun institusi pemilik internet itu sendiri, lagi-lagi alasannya adalah komersil. Seperti yang kita lihat ditayangan-tanyangan televisi, ternyata internet tidak hanya dapat digunakan untuk memperoleh informasi melainkan untuk melakukan transaksi yang sifatnya negati atau boleh dikatakan dapat m,erugikan orang lain, misalnya seks dan pembobolan Mesin ATM. Sehingga peran pemerintah sangat diperlukan dalam hal ini. Karena dengan otoritas yang dimiliki, pemerintah dapat mengatur dengan sedemikian rupa terhadap masyarakat khususnya pera pengguna internet. Seperti yang kita lihat baru-baru kemarin mengenai pemblokiran situs porno internet, yang pada mulanya terlihat adanya upaya keseriusan pemerintah, namun dalam kenyataannya pemblokiran tersebut tidak berjalan dengan sebagaimana mestinya. Hal ini menjadi salah satu bukti, bahwa internet adalah media universal yang mengglobal yang sangat free untuk dapat dinikmati bagi siapa saja dari muda hingga tua sekalipun.

SIMPULAN

Dalam pembahasan diatas kita melihat bahwa komunikasi massa, berdasarkan sifatnya, bermedia. Kami mendefinisikan khalayak dalam komunikasi massa sebagai relatif besar, heterogen dan anonim bagi sumber. Pengalaman komunikasi massa bersifat publik, cepat dan sumbernya dianggap bekerja melalui suatu organisasi yang rumit. Juga ditunjukkan umpan balik dalam komunikasi massa terbatas dan tidak selengkap umpan balik dalam komunikasi tatap muka.
Selanjutnya kita menelaah beberapa efek dan hasil komunikasi massa. Meskipun media massa sering sangat efektif dalam menyebarkan pesan, kita melihat bahwa perolehan informasi sama sekali tidak menjamin pengaruh pada sikap. Sering, terpaan beberapa butir pandangan lewat media massa sekadar memperteguh sikap awal penerima, khususnya berkenaan niat memilih. Kita juga membahas beberapa model peranan yang disajikan media, dan pekerjaan wanita dan minoritas sebagai penjaga gawang, juga membahas efek kekerasan media terhadap perilaku antisosial.
Akhirnya, kita menelaah beberapa implikasi teknologi baru komunikasi. Meskipun baru itu meningkatkan kecepatan dan volume komunikasi, media baru dilihat terutama sebagai perluasan media yang ada. Konvergensi sistem komputer dan telekomunikasi juga beberapa efeknya terhadap komunikasi antar persona didiskusikan. Kita juga membahas masalah kemelekan teknologi. Untuk menutup bahasan ini, kami menjelaskan bahwa apa yang disebut revolusi teknologi mempunyai preseden historis dan bahwa kemungkinan suatu komunitas global manusia akan bergantung pada penerapan teknologi oleh manusia alih-alih pada teknologi itu sendiri.
Warnet akhirnya dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai tempat mengakses pornografi dengan tarif yang murah. Semakin banyak warnet di daerah-daerah dan semakin murah biaya sewanya, maka akan semakin besar pula potensi penyebaran pornografi dan hal-hal negatif lainnya hingga ke pelosok daerah. Hal tersebut menjelaskan pula mengapa terjadi kejadian sweeping warnet oleh masyarakat umum ketika bulan puasa 2001 dan datangnya polisi ke warnet untuk memperingati pemiliknya agar tidak menerima siswa berpakaian sekolah.
Akhirnya, Internet dikuatirkan bisa menjadi benar-benar tempat yang tabu dikunjungi oleh sebagian masyarakat. Bisnis warnet pun terancam. Jumlah pengakses Internet tidak akan bertambah, kalaupun bertambah hanyalah dari sisi kuantitas, tetapi tidak secara kualitas

Daftar Pustaka

Mulyana, Dedy, 2000. “ Human Communication Konteks-Konteks Komunikasi Jilid 2” . PT Remaja Rosdakarya, Bandung.
Nasution, Zulkarimen, 1998. “Komunikasi Pembagunan (Pengenalan Teori dan Penerapannya)”. PT. Raja Grafindo, Jakarta.
Wibawa, Aif, Jurnal Komunikasi Massa, UPN Veteran Yogyakarta.
Soekanto, Soerjono, 1990. “Sosiologi Suatu Pengatar”. PT. Raja Grafindo, Jakarta.
Santana K, Septiawan, 2005, Jurnalisme Kontemporer, Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
Website:
www.google.com, DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah DIY, diakses tanggal 5 Agusttus 2008, at 8.00pm
www.wikipedia.com, diakses tanggal 5 Agustus 2008, at 8.00 pm
www.wordpress.com, diakses tanggal 6 Agustus 2008, at 9.00 pm

Minggu, 27 Juli 2008


KELAS A
153060043
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Maraknya persaingan bisnis yang terjadi mengakibatkan sedikit banyak instansi kartu seluler maupun instansi ponsel berlomba-lomba memberikan kenyamanan konsumennya melalui produk-produk yang telah diedarkan dipasaran. Sebagian dari mereka berpikir, bahwa kenyamanan konsumen oleh produknya merupakan hal yang esensial, hal ini dapat kita lihat bahwa selama ini dari hari-kehari, bulan ke bulan dan tahun ketahun semua teknologi terus mengalami kemajuan dan akselerasi. Ini membuktikan bahwa persaingan bisnis di bidang ini cukup menjajikan dan membuat banyak orang untuk berusaha menirunya. Tidak peduli apakah nantinya produk itu laku dipasaran atau tidak, yang terpenting bagi mereka adalah terus berusaha melawan pesaing bisnis lain. Alhasil, terkadang ada yang sempurna dengan wujud keuntungan maupun dengan wujud kekecewaan.
lagi-lagi teknologi membuat kita cukup pusing, bagaimana tidak belum sempat mempelajari teknologi yang satu sudah muncul teknologi yang lain. Sehingga hal ini menuntut kita untuk semakin banyak lagi mambaca dan terus menggali informasi baik dari media cetak maupun media elektronik.
Ternyata kedua media diatas juga tidak luput dari incaran perusahaan seluler maupun ponsel sebagai media publikasi dan advertising. Karena Seperti yang kita ketahui, bahwa memang keberadaan kedua media ini telah dianggap ampuh sebagai media publikasi yang kredibel. Dengan demikian, munculnya teknologi disamping secara komersil menguntungkan perusahaan yang memproduksi, disamping itu juga menguntungkan instistusi media sebagai media advertising.
Munculnya teknologi baru tanpa adanya upaya sosialisasi kepada konsumen, nantinya juga akan mengakibatkan instansi tersebut kurang berhasil dalam peluncuran produknya. Oleh karena itu, terkadang juga perusahaan itu membuat sendiri upaya-upaya untuk mensosialisasikan produknya tersebut dengan sedemikian rupa yang nantinya akan dapat memudahkan konsumen untuk semakin siap lagi dalam menerima suatu produk teknologi yang diproduksi. Fenomena seperti ini yang sering kita lihat adalah teknologi pada layanan ponsel yang memberikan layanan dan fasilitas kepada konsumen. Terkadang fenomena semacam ini kurang kita sadari, dengan alasan kita terlalu asik dengan tawaran-tawaran dan layanan yang cukup menarik.
B. RUMUSAN MASALAH
Sejauh mana teknologi 3,5G berkembang dan mempengaruhi masyarakat, khususnya masyarakat penggemar ponsel. Selain itu bagaimana ponsel dapat mengakses layanan internet.
C. TUJUAN
Untuk mengetahui seberapa antusias mesyarakat terhadap teknologi 3,5G.
Untuk mengetahui perkembangan teknologi 3,5G.
Mengetahui bagaimana sebuah ponsel dapat mengakses layanan internet.
PEMBAHASAN
Layanan tekonologi 3,5G menjadi salah satu fenomena yang cukup menggemparkan sebagian besar masyarakat. Hal ini diakibatkan layanan ini mampu menghipnotis masyarakat khususnya para penikmat ponsel. Kita lihat saja dulu Kampanye evolusi teknologi layanan jaringan seluler dari 3G ke 3,5G semakin gencar dilakukan oleh vendor dan operator. Pertarungan untuk merebut segmen pasar semakin seru. Kita juga dapat melihat tayangan iklan peluncuran produk telepon seluler (ponsel) di televisi saat itu. Vendor ponsel seakan berlomba tidak hanya memamerkan tampilan produk baru yang makin gaya, namun kemampuan downlink cepat berteknologi 3,5G HSDPA (high speed downlink packet access) menjadi bagian penawaran yang paling dikedepankan untuk merayu konsumen. Pengenalan produk yang menawarkan akses seluler lebih cepat beberapa kali lipat dari jaringan 3G ini, tidak hanya dilakukan vendor. Beberapa operator pemilik lisensi 3G seperti tidak mau ketinggalan beriklan di layar kaca, media massa atau papan iklan, menawarkan produk layanan yang mendukung evolusi 3G ke 3,5G. (SKH Kompas edisi 27 Juni 2007)
Seputar 3,5G
3,5G atau dikenal juga sebagai super
3G merupakan peningkatan dari teknologi 3G, terutama dalam peningkatan kecepatan transfer data yang lebih dari teknologi 3G (>2Mbps) sehingga dapat melayani komunikasi multimedia seperti akses internet dan bertukar data video (video sharing). Teknologi ini merupakan penyempurnaan teknologi sebelumnya dengan menutupi semua keterbatasan 3G. Contohnya layanan panggilan video 3,5G mengalami penyempurnaan dengan meniadakan penundaan suara maupun penundaan pada tayangan wajah lawan bicara di layar ponsel (yang sering terjadi pada 3G), sehingga melakukan panggilan video (video call) melalui jaringan 3,5G jauh lebih terkesan hidup. (www.wikipedia.com, dakses tanggal 19 Juli 2008, at 8.00am).
Oleh karena itu teknologi 3,5G dapat dikatakan sebagai teknologi yang cukup banyak diminati masyarakat, karena dianggap bahwa teknologi ini mampu meninggalkan teknologi-teknologi sebelumnya yaitu 1G, 2G dan 3G. Dengan layanan ini masyarakat dapat menikmatinya dengan lebih nyaman. Bagaimana tidak, misalnya berbagai macam layanan seperti musik, video, mobile TV dan sebagainya seluruhnya dapat dilakukan sambil tetap melakukan telepon video dengan tanpa mengganggu proses transfer data. Kegunaan lain teknologi 3,5G yang paling sering dimanfaatkan saat ini adalah menjadi internet broadband HSDPA. Dengan teknologi ini, kita dapat mengakses data/internet dengan lebih cepat.
Keunggulan teknologi ini dapat sebagai berikut:
Berbekal bandwith hingga 3,6 megabit per detik (mbps), kehadiran HSDPA dari jalur teknologi 3,5G ini meninggalkan pendahulunya yaitu GPRS hingga 3G. GPRS hanya sanggup membawa data hingga 50 kilobit per detik (kbps). Penerusnya EDGE yang juga dikenal dengan 2,75G hanya mampu sampai di 150 kilobit per detik (kbps). Sedangkan WCDMA alias 3G baru bisa mengusung data secepat 384 kilo bit per detik (kbps). Teknologi 3.5G mobile internet access menawarkan berbagai keuntungan untuk kalangan bisnis maupun perorangan. Keunggulan utama yaitu dengan kecepatan super tinggi hingga 3.6 Mbps menggunakan tehnologi High Speed Downlink Package Access (HSDPA) memperlihatkan bahwa teknologi 3.5G sangat superior dibandingkan dengan teknologi generasi sebelumnya. (
www.indonesiaracing.com, diakses tanggal 19 Juli 2008, at 4.00pm)
Namun, kenyataanya taknologi 3,5G masih banyak digunakan untuk kepentingan konsumtif, seperti layanan video call dan mobile TV. Padahal, teknologi ini dapat digunakan untuk kepentingan bisnis sehingga dari pihak konsumen sendiri dapat mendapatkan manfaat yang sifatnya lebih produktif. Dengan demikian, apabila sebagian masyarakat dapat menggunakan manfaat dari teknologi ini dapat dikatakan jumlah pengangguran dan kemiskinan di suatu negara setidaknya dapat diminimalisir. Karena mengelola sebuah bisnis baik untuk bisnis kecil maupun besar sebenarnya hampir sama dengan mengelola informasi. Kaya informasi ya merekalah yang akan dicari dan apabila bisnis itu dalam sekala yang besar dan tersebar, tentu kita tidak dapat mengawasinya secara manual. Sehingga dengan layanan teknologi ini, masyarakat dapat mengakses dengan cepat segala informasi apapun yang mereka inginkan khususnya yang berhubungan dengan dunia bisnis. Dengan demikian, untuk mengelola usaha mereka, layanan ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Namun, ironisnya sosialisasi terkait dengan teknologi ini masih terhitung minim, hal ini dapat dilihat dari masih banyakya masyarakat yang belum tahu keampuhan dan manfaat dari teknologi 3,5G . Selain itu, harga jual ponsel yang mahal (3,5G) juga menjadi salah satu faktor kenapa masyarakat cukup banyak yang tidak tahu keberadaan teknologi ini. Dan berikut beberapa penggunaan teknologi digital dari 3,5 G
HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). HSDPA merupakan Evolusi WCDMA dari Ericsson dimana teknologi ini merupakan protokol tambahan pada sistem WCDMA (wideband CDMA) yang mampu mentransmisikan data berkecepatan tinggi.
WiBro(Wireless Broadband). WiBro merupakan bagian dari kebijakan bidang teknologi informasi Korea Selatan yang dikenal dengan kebijakan 839. WinBro mampu mengirimkan data dengan kecepatan hingga 50 Mbps. (Miraabito, 2004: 104)
Sesungguhnya teknologi komunikasi ini merupakan konvergensi antara ponsel dan internet. Artinya seorang individu dapat mengakses internet dengan menggunakan ponsel yang ia miliki. Berikut syarat ponsel yang dapat memberikan layanan akses internet:
Wireless application protokol (WAP)
menurut Akmal Fakri, sudah dimiliki hampir semua merek ponsel keluaran terbaru, muali dari Siemens, Nokia, Motorola hingga Ericsson (2000:41).
Pemilik posel berlangganan content provider
Di Indonesia, sudah banyak penyedia jasa layanan ponsel yang sudah bekerjasama dengan layanan provider. Dengan demikian, maka pengguna ponsel dapat dengan mudah mengakses internet.
Bila kita menempatkan teknologi komunikasi dalam matriks “perjalanan panjang” teknologi yang diformulasikan oleh Criss Freeman, maka teknologi komunikasi berada pada gelombang terakhir, yaitu gelmbang kelima. Gelombang ini dimulai pada tahun 1990-an. Yang menjadi pemicu kelahiran gelombang ini adalah mokroelektronik. Yang menjadi “pembentuknya” adalah komputer. Sedangkan yang menjadi infrastruturnya adalah informasi superhighway dan e-mail (2000:157). Semuanya ini menunjukan bahwa orang sedang sangat memperhatikan teknologi komunikasi. Orang bahkan sedang menaruh harapan besar pada teknologi komunikasi sebagai bisnis. (Abrar, 2003: 24-25).
KESIMPULAN
Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa munculnya inovasi teknologi tanpa dibarengi dengan kesiapan dari masyarakat, maka hal ini akan menimbulkan kesenjagan teknologi akibat dari kurangnya usaha pemerintah untuk memerangi penyakit teknologi (gaptek). Oleh karena itu, perlu adanya kesiapan dan upaya-upaya yang serius dari pemerintah, misalnya memberikan sosialisasi terkait dengan masalah teknologi.
Kesenjangan tersebut dapat mangakibatkan pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan teknologi demi mancapai tujuan pribadi mereka, walaupun terkadang tindakannya tersebut merugikan orang lain. Misalnya dengan adanya teknologi 3,5G ini setidaknya menambah jumlah angka seks bebas di tingkat remaja meningkat, hal ini akibat dari layanan akses internet yang cepat dan personal, sehingga menimbulkan minimnya pengawasan. Selain itu pemblokiran situs porno yang kurang intensif juga menjadi salah satu pemicu meningkatnya fenomena tersebut.
Begitu banyaknya kemudahan yang dijanjikan ponsel yang dapat mengakses internet ini, sehingga jumlah pelanggan ponsel ini diperkirakan akan bertambah secara drastis.

Daftar Pustaka
Abrar, Ana N. 2003.”Teknologi Komunikasi Perspektif Ilmu Komunikasi”, Lesfi, Yogyakarta.
Mirabito, M.A.M., & Morgenstern, B.L (2004). “New Communication Technology : Application, Policy, and Impact, fifth edition”, UK : Focal Press
www.wikipedia.com, dakses tanggal 19 Juli 2008, at 8.00am
www.indonesiaracing.com.

Senin, 07 Juli 2008

tugas makul tekhnologi


Teknologi Digital dan Analog
Disusun oleh:
Kelas A/153060043

Dewasa ini, teknologi telah menjadi salah satu kebutuhan manusia yang tidak dapat terelakan lagi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya sikap konsumtif dari para consumer untuk selalu menggunakan dan memanfaatkan sebuah teknologi yang ada. Bahkan tidak hanya manusia modern saja, melainkan manusia primitif pun juga turut mengembangkan dan menggunakan sebuah teknologi tersebut. Hal yang melatarbelakangi munculnya sebuah teknologi biasanya berawal dari adanya suatu masalah, yaitu masalah yang membuat mereka terhambat dalam melakukan suatu aktifitas. Kemudahanlah yang menjadi obsesi mereka, sehingga pada suatu saat, kemudahan pun dapat mereka dapatkan sebagai akibat dari efektifisasi dan efisiensasi.
Era globalisasi telah mendorong manusia untuk lebih serius lagi mempelajari dan mengembangkan teknologi dengan sedemikian rupa, baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan sosial. Namun, hal yang demikan dapatlah dimaklumi, karena untuk mempelajari, mengembangkan dan menciptakan suatu teknologi, dibutuhkan pengetahuan dan modal yang tidaklah sedikit.
Teknologi adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia yang dapat mempermudah dan membantu mereka dalam mengolah lingkungannya. Teknologi tidak selalu canggih dan modern, walaupun sederhana asal dapat manusia mengolah lingkungannya, maka hal yang demikian dapat dikatakan sebagai teknologi. Lahirnya teknologi yang baru biasanya tidak terlepas dari teknologi sebelumnya, sehingga meskipun muncul suatu teknologi yang baru, namun tetap tidak menghilangkan teknologi yang lama dan inilah yang terkadang disebut sebagai konvergen teknology.
Namun dalam kenyataannya terkadang manusia lupa, hal ini dapat dilihat sewaktu manusia menemukan dan menggunakan teknologi baru yang kemudian mereka akan membuang teknologi yang lama, padahal mereka sebenarnya sadar betul bahwa teknologi yang ia gunakan saat ini tidak terlepas dari munculnya teknologi yang lama. Namun untuk menemukan sebuah teknologi yang baru diperlukan proses yang tidak mudah, dan secara lambat laun penemuan itu makin lama akan mengalami akselerasi. Hal tersebut seiring dengan sumber daya yang manusia miliki. Kita dapat melihat dimana negara yang memiliki sumber daya yang lebih akan lebih cepat mengembangkan dan menemukan teknologi yang baru dibandingkan dengan negara yang sumber dayanya kurang. Oleh karena itu, banyak negara yang berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi yang semutakhir mungkin, dengan tujuan untuk menunjukan sejauh mana eksistensi negara tersebut. Namun, hal tersebut terkadang menimbulkan masalah. Terlebih apabila teknologi itu terbentur dengan norma dan agama yang selama ini dianggap sakral bagi masyarakat tertentu. Oleh karena itu kemanjuan teknologi tanpa di barengi dengan moral, terkadang malah dapat menimbulkan bangsa itu bukannya semakin maju melainkan sebaliknya yaitu bangsa itu malah semakin terpuruk dan biasanya hal yang demikian dialami oleh negara-negara berkembang.
Digital dan Era Digitalisasi
Kemudahan teknologi yang telah diterima manusia salah satunya juga didorong dengan lahirnya teknologi digital, yang mana teknologi ini biasanya mejadi satu-satunya alat bagi mereka yang dapat membantu atau memudahkan mereka dalam melakukan aktivitasnya. Ironisnya bila teknologi tersebut manjadi alat candu yang sewaktu-waktu dapat menjadikan para consumer menjadi malas dan enggan untuk melakukan aktivitas yang sedikit berat. Misalnya saja di sebagian negara berkembang (Indonesia) sejak diketemukannya “remote” setidaknya mengakibatkan seseorang untuk enggan berjalan dan malas untuk melakukan aktivitas yang sedikit mengeluarkan keringat, padahal tanpa disadari bahwa bergerak itu sehat.
Tekhnologi digital merupakan hasil
teknologi yang mengubah sinyal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (disebut juga dengan biner) untuk proses informasi yang mudah, cepat dan akurat. Sinyal tersebut disebut sebuah bit. Digital tekhnologi has fueled the development of new communications lines, information manipulation techniques, and equipment. Preexisting communications channels and devices have also been affected. It is one of the communication revolution’s driving forces atau teknologi digital telah mengembangkan garis komunikasi baru, yang berupa teknik manipulasi informasi, dan perlengkapan. Ini adalah salah satu revolusi kekuatan komunikasi.. (Mirabito, 1997: 11).
Selain pengertian diatas, sistem digital juga mempunyai arti lain yaitu sebagai sesuatu yang menggunakan nilai diskrit (biasanya tegangan listrik), terutama digunakan lambang binary digit, atau simbol angka seperti huruf atau lambang. (
www.wikipedia.com, diakses tanggal 6 juli, at 2 pm).
Kelebihan dari informasi digital adalah “kompresi” dan kemudahan untuk ditransfer ke media elektronik lain. Kelebihan ini dimanfaatkan secara optimal oleh teknologi internet, misalnya dengan menaruhnya ke suatu website atau umumnya disebut dengan meng-upload. Sistem transmisi digital menyediakan:
(1) Tingkat pengiriman informasi yang lebih tinggi
(2) Perpindahan informasi yang lebih banyak
(3) Peningkatan ekonomi
(4) Tingkat kesalahan yang lebih rendah dibanding sistem analog.
Bentuk dari teknologi digital ini umumnya sering kita jumpai pada komputer. Komputer mengolah data yang ada secara digital, melalui sinyal
listrik yang diterimanya atau dikirimkannya. Pada prinsipnya, komputer hanya mengenal dua arus, yaitu on atau off, atau istilah dalam angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau 0 (nol). Kombinasi dari arus on atau off inilah yang yang mampu membuat komputer melakukan banyak hal, baik dalam mengenalkan huruf, gambar, suara, bahkan film-film menarik yang anda tonton dalam format digital. Selain itu, hal yang paling sederhana kita temui yaitu saat kita melakukan aktifitas mengetik, dengan kemudahan digital komputer, dengan menu yang tersedia kita dapat membuat tulisan dengan kesalahan seminimal mungkin, bahkan bila terjadi kesalahan kita pun dapat langsung menghapusnya dengan segera tanpa membuang-buang energi.
Selain itu, teknologi digital lainnya dapat kita jumpai pada pesawat televisi digital. Pengertian televisi digital belum dapat diketahui apa arti sebenarnya, akan tetapi keberadaan televisi digital tersebut di Indonesia saat ini mulai dikenalkan secara umum walaupun hanya kepada khalayak sasaran tertentu. Walaupun belum begitu populer di Indonesia televisi digital telah digunakan oleh 100 juta perumahan dan berbagai hotel-hotel ternama di negara-negara maju. (SKH Kompas, edisi Desember 2007).
Televisi masa depan yang dikenal dengan Internet Protokol Television (IPTV) merupakan sistem layanan televisi digital yang menggunakan IP melalui koneksi broadband. Televisi ini dilengkapi dengan video on demand, juga layanan akses internet mulai dari akses website dan Voice Over Internet Protocol (VOIP). Ketiga aplikasi ini biasa disebut dengan tripley Play. Pemerintah Indonesia saat ini sedang berusaha mengalokasikan lima kanal frekuensi televisi digital agar dapat digunakan 25 stasiun televisi untuk program penyiaran digital. Pengujian siaran televisi digital tersebut bekerjasama dengan stasiun TVRI dengan menggunakan teknologi “Digital Video Broadcast” (DVB) yang diadopsi dari Eropa menggunakan kanal frekuensi 27 dan 34 UHF. Sebuah migrasi siaran secara penuh dari sistem analog ke dalam sistem digital membutuhkan setidaknya waktu 10 tahun. Oleh karena itu, apabila masyarakat ingin menikmati televisi digital adalah dengan cara memfungsikannya dengan peralatan “decoder”. Pemanfaatan dari televisi digital diIndonesia masih sangatlah sulit hal tersebut disebabkan karena keterbatasan alat yang ada di Indonesia. Akan tetapi pemerintah Indonesia sedang berusaha dalam memproduksi beberapa perangkat yang dapat mengaktifkan televisi digital tersebut. (
www.wordpress.com, diakses tanggal 4 juli, at 4 pm).
Dengan demikian, berdasarkan teknologi digital yang telah diuraikan diatas, maka sinyal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik, yang tidak dapat ditemukan pada teknologi
analog, yaitu:
mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan cahaya yang dapat membuat informasi dapat dikirim dengan kecepatan tinggi.
penggunaan yang berulang-ulang terhadap informasi tidak mempengaruhi kualitas dan kuantitas informasi itu sendiri.
informasi dapat dengan mudah diproses dan dimodifikasi kedalam berbagai bentuk.
dapat memproses informasi dalam jumlah yang sangat besar dan mengerimnya secara interaktif. (http://
www.total.or.id, diakses tanggal 4 Juli, at 4 pm).
Analog
Tekhnologi analog merupakan suatu bentuk dari
komunikasi elektronik yang merupakan proses pengiriman informasi pada gelombang elektromaknetik, dan bersifat variabel dan berkelanjutan atau disebut juga dengan sinyal analog. Contohnya sinyal gambar pada televisi, atau suara pada radio yang dikirimkan berkesinambungan. Analog merupakan proses pengiriman sinyal dalam bentuk gelombang. Misalnya ketika seseorang berkomunikasi dengan menggunakan telepon, maka suara yang dikirimkan melalui jaringan telepon tersebut dilewatkan melalui gelombang. Kemudian, ketika gelombang ini diterima, maka gelombang tersebutlah yang diterjemahkan kembali ke dalam bentuk suara, sehingga si penerima dapat mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara lainnya dari komunikasi tersebut. (http:// www.total.or.id, diakses tanggal 4 Juli, at 4 pm). Sistem analog ini bekerja dengan mentransmisikan suara dan gambar dalam bentuk gelombang kontinue (continous varying).
Kelemahan dari sistem ini adalah tidak bisa mengukur sesuatu dengan cukup teliti, karena hal ini disebabkan kemampuan mereka untuk secara konsisten terus menerus merekam perubahan yang terus terjadi, dalam setiap pengukuran yang dilakukan oleh sistem analog ini selalu ada peluang keragu-raguan akan hasil yang dicapai, dalam sebuah sistem yang membutuhkan ketepatan kordinasi dan ketepatan angka-angka yang benar dan pas, kesalahan kecil akibat kesalahan menghitung akan berdampak besar dalam hasil akhirnya. Dimana sistem ini butuh ketepatan dan ketelitian yang akurat.
Misalnya dapat juga kita lihat dalam penggunaan mesin ketik manual yang sangat berbeda dengan mesin ketik digital, tepatnya ketika kita melakukan kesalahan mengetik mau-tidak mau kita harus membuang kertas atau melakukan hal yang serupa dari awal yang tentu saja kurang praktis dan efisien.
Memang secara perspektif masing-masing teknologi memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri, namun yang perlu digaris bawahi adalah bahwasanya suatu teknologi diciptakan untuk mempermudah dan membantu manusia dalam kehidupannya. Meskipun keberadaan teknologi analog dewasa ini kurang begitu diminati, namun teknologi analog biasanya melah mempunyai kualitas yang melebihi dari teknologi digital dan malah membutuhkan keterampilan yang lebih ekstra untuk mengoprasikannya. Sehingga terkadang bagi mereka yang telah mahir menguasai teknologi analog sewaktu bertemu dengan teknologi digital biasanya malah merasakan kemudahan. Dengan demikian dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa lahirnya teknologi digital tidak akan lepas dan menenggelamkan teknologi analog meskipun telah masuk di era globalisasi yang penuh dengan sentuhan digital.
Pustaka:
Referensi buku:
Mirabito, Michael M. A, 1997. The New Communications Technologies, Reed Elsevier group.
Referensi website:
http://
www.total.or.id
www.wordpress.com
www.wikipedia.com
SKH Kompas, edisi Desember 2007